12:50 AM
Paulo Coelho
could we find peace and love at the same time huh?
Paulo Coelho
could we find peace and love at the same time huh?
seperti biasa, kemana-mana saya naik transmusi. kebetulan pagi ini mau kekampus, bukit. waktu dijalan liat penjual pempek keliling dilampu merah, udah tua orangnya. “ya Allah.. waktu sebagian orang bingung mau menggunakan uangnya untuk sekedar berbelanja atau jalan-jalan keliling eropa, kakek ini harus gayuh sepeda keliling buat ngumpulin receh demi receh. adil ga sih ini?” my heart whispered those words, seriously. rasanya ga tega, tapi saya bisa bantu apa selain do’a? kakek ini bukan orang satu-satunya.
bener. sorenya pulang dari kampus saya diajakin temen makan bakso, ketemu lagi sama penjual pempek keliling, tua juga, bedanya yang tadi pagi naik sepeda kalo yang ini jalan kaki, bakul pempeknya dipanggul. lebih sakit liatnya. saya jajan semena-mena, kakek ini mau ngumpulin uang receh aja sebegitu susahnya. ya Allah.. entah kali ini apa harus menyalahkan diri sendiri atas ketimpangan ini?
mungkin.. miskin atau kaya itu bukan sekedar harta, ini yang coba Tuhan jelaskan sama kita. bisa jadi dua kakek tadi lebih kaya, karena mereka pandai bersyukur dan terus berusaha. bagaimana dengan kita yang mampu bersekolah hingga sarjana? sudahkah kita mengamalkan berbagai bentuk terima kasih kepada-Nya? (the question i’ve made for slapping my self also. phew~)
renungan malam ini sederhana; semoga tidak sedikitpun harta membutakan mata hati kita.
selamat beristirahat dua kakek penjual pempek. terima kasih dan teruslah berjiwa kaya..
(adeline evelina wrote it to me almost 7 years ago)
she has always been my best friend, and always will be my best friend..
ilalang tetap ilalang
bertumbuh liar dipadang yang hampar
tidak istimewa, tidak untuk dipuja
mungkin sudah ditegaskan berulang-ulang
ilalang bukan bunga
tidak perlu diletakkan dalam vas dan semacamnya
cukuplah bertumbuh didekatnya
meliar bersama
belajar lebih banyak tentang kuat dan sahaja
sepanjang usia, sepenuh rasa
(created by yofan at kawah kaba, curup. 19 mei 2012)
the beauty of nature is always raising up a peace. and be a part of the nature is the greatest pleasure of mine as a human.
so thank you very very much for making me feel like i was there :-)